Boro-boro Rossi Juara Dunia Lagi, Menangi Balapan Saja Akan Sulit

Jakarta – Valentino Rossi dipercaya hadapi hari esok yang suram di tersisa profesinya. Pembalap veteran MotoGP itu tidak dapat meningkatkan koleksi titel juara dunianya.

Semenjak paling akhir memenangkan gelar juara dunia ke-9 di 2009, Rossi mentok finish ke-2 yang diraihnya pada 2014-2016. Sesudahnya, pembalap Monster Energy Yamaha itu finish ke lima di 2017, serta ke-3 pada musim kemarin.

Selain itu pada musim ini, Rossi tidak dapat banyak berbuat walau jalani awal musim dengan menjanjikan. Selesai finish runner-up 2x dalam tiga balapan pertama, Rossi hanya mencatat hasil paling baik di tempat empat. Rossi serta telah puasa kemenangan sepanjang lebih dari dua tahun semenjak juara di MotoGP Belanda 2017.

Baca Juga : Varane Punya Cerita yang Indah-indah Tentang Madrid untuk Mbappe

Tidak dapat disangkal jika Rossi mulai kehabisan waktu untuk bersaing . Rossi akan berumur 41 tahun waktu kontraknya habis di akhir musim 2020, serta belum pasti dapat sampai sasarannya bersamaan mengilapnya pebalap-pebalap yang lebih muda.

Bekas kepala crew Maverick Vinales serta Jorge Lorenzo, Ramon Forcada, tidak meyakini kapan Rossi ingin memutuskan gantung helm. Namun, Forcada meramalkan Rossi serta akan susah memenangkan balapan di keadaan normal.

“Saya tidak paham apa Rossi akan berhenti diakhir musim depan, tetapi saat ini ia masih punyai setahun sisa. Tetapi, kenyataannya saya tidak paham apa yang ingin ia kerjakan, saya tidak bicara dengan ia,” Forcada menjelaskan pada DAZN, yang diambil Tuttomotoriweb.

“Apa ia akan memenangkan titel juara dunia? Tidak. Satu balapan? Saya fikir benar-benar susah di balapan kering, ia memang dapat menang di balapan-balapan tersendiri, tetapi dengan beberapa pembalap muda yang hadir, dengan kecepatan yang mereka punyai, memenangkan balapan dalam suatu keadaan yang normal akan susah,” simpul ia.