Gol Bunuh Diri AC Milan Bernama Stefano Pioli

Jakarta – Stefano Pioli ditentang fan AC Milan serta sebelum ia sah dipilih jadi pelatih. Seringkali dikeluarkan serta punyai statistik jelek, penunjukkannya ialah blunder Rossoneri.

Hastag #pioliout serta telah ramai tersebar di sosial media sebelum Milan mengeluarkan Marco Giampaolo. Selasa (8/10/2019) waktu ditempat, telah ramai tersebar berita jika manajemen Rossoneri akan lakukan perubahan pelatih waktu Liga Italia baru berumur tujuh minggu.

Penampikan Milanisti bukanlah tanpa ada fakta. AC Milan tengah tersuruk demikian dalam serta Pioli, dipandang, tidak punyai persyaratan untuk mengusung perform dan harga diri yang terlanjur jatuh itu.

Walau dipungkiri oleh Zvonimir Boban, Pioli didapati bukan pilihan penting Milan. Yang ada di tempat paling atas target mereka sebetulnya Luciano Spalletti.

“Normal saja banyak pelatih tanpa ada club yang masuk daftar kami, tetapi kami konsentrasi ke Pioli, pelatih yang mengetahui club kami serta sepakbola Italia. Kami memanglah bukan team paling baik dunia, tetapi kami belum jadi team yang sebenarnya,” papar Boban, yang memegang Chief Football Officer Milan, waktu diberi pertanyaan masalah penunjukkan Pioli, diambil Football Italia.

Baca Juga : Neymar Ungkap Target Pribadi di Musim Ini

Tetapi untuk memperoleh Spalletti Milan harus membayar beberapa uang pada Inter Milan, jadi ubah kompensasi upah pemecatannya. Dana yang diperlukan beritanya terlalu besar. Milan menampik. Pioli dikontrak.

Oleh supporter Milan, ketetapan mengontrak Pioli jadi tanda pertanyaan besar. Prosentase kemenangan pria 53 tahun itu cuma 37,08% dari keseluruhan 631 laga. Pioli tidak punyai mentalitas juara untuk club dengan riwayat sebesar AC Milan.

Terkecuali waktu pilih mundur dari Fiorentina, Pioli semakin banyak akhiri kerjaannya dengan dikeluarkan. Paling tidak itu yang berlangsung waktu ia diputus kontrak oleh Inter Milan (2017), Lazio (2016), serta Bologna (2014).

Diambil dari sempremilan, pada musim panas lalu hanya Genoa serta Sampdoria yang diberitakan tertarik pada Pioli. Ke-2 team itu sekarang berturut ada di posisi 19 serta 20 klassemen Liga Italia — walau Milan tidak ada tidak jauh di atasnya (tempat 13).

Milan baiknya memburu Spalletti. Biayanya mungkin mahal, tetapi Spaletti punyai kualitas yang telah ia tunjukkan. Dalam 10 tahun ke belakang Spalletti tetap mengantarkan club besar yang ia latih maju ke Liga Champions, pengecualian cuma waktu melatih AS Roma 2008/2009 dan saat dikeluarkan ditengah-tengah musim 2013/2014 oleh Zenit.

Pioli bukanlah tidak punyai catatan bagus. Ia sempat mengantarkan Lazio finish ke-3 pada 2014/2015. Tetapi pejabat Milan dipandang abai pada pekikan suporternya, yang menampik Pioli karena ia seseorang Interisti – seperti Marco Giampaolo.