Izin Berobat, Terdakwa Kasus Suap Mirawati Basri Diduga Malah Perawatan Wajah

Agen Judi Online – Terdakwa masalah sangkaan suap pengurusan import bawang putih, Mirawati Basri disangka sudah salah gunakan izin berobat yang diberi Komisi Pembasmian Korupsi (KPK). Mirawati disebutkan salah gunakan izin berobat untuk perawatan mukanya.

Awalannya, Mirawati disebutkan minta izin KPK untuk berobat ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, untuk mengecek persoalan dibagian kulit serta kandungannya. Tetapi, dia malah tertera justru lakukan perawatan muka.

Demikian hal itu tersingkap dalam sidang keputusan celah masalah sangkaan suap pengurusan import bawang putih untuk terdakwa Mirawati Basri. Dalam persidangan, Jaksa KPK Takdir Suhan ungkap terdapatnya keganjilan perawatan medis pada Mirawati Basri.

“Disebut jika di tempat ini ada aksi medis berbentuk clinical facial brightening atau facial yang dikerjakan oleh terdakwa, dimana sesuai penentuan tidak disebut terdapatnya permintaan penentuan untuk dikerjakan aksi itu,” tutur Jaksa Takdir di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2020).

“24 Januari itu disebut jika dikerjakan kontrol kesehatan penyembuhan ke dokter spesialis kulit, kelamin serta kontrol kesehatan ke dokter spesialis kandungan, Di sini dengan tegas tidak dikatakan jika ada aksi clinical facial brightening atau facial,” sambungnya.

Baca Juga : Kartu Kuning buat ‘Trik Pelangi’ Neymar si Rambut Pink

Jaksa Takdir membuka keganjilan perawatan medis pada Mirawati Basri. Dimana, keganjilan itu bermula dari terdapatnya tunggakan pembayaran medis berbentuk perawatan muka di clinical facial brightening. Walau sebenarnya, dalam permintaannya Mirawati tidak menyebutkan akan lakukan perawatan kulit muka.

Disamping itu, Jaksa Takdir menyebutkan jika pengawal tahanan KPK tidak dibolehkan masuk ke ruang rumah sakit waktu mengantarkan Mirawati lakukan perawatan. “Saat itu petugas kami tidak dapat turut masuk ke lakukan penelusuran,” sebut Takdir.

Atas tindakannya, kata Takdir, Mirawati dipakai sangsi oleh kepala cabang rutan KPK. Hukuman ini dijatuhkan sebab Mirawati melanggar peraturan rutan.

“Terdakwa dua (Mirawati Basri) telah dikerjakan berita acara kontrol, dimana dituangkan jika benar ada aksi pelanggaran yang dikerjakan oleh terdakwa dua,” jelas Takdir.

Mirawati menyanggah tuduhan Jaksa KPK. Menurut dia, perawatan muka dikerjakan atas referensi dari dokter RSPAD Gatot Subroto bukan lantaran kehendak pribadi. Hal tersebut, kata Mira, mengejar kulitnya yang peka waktu terkena penyakit.

“Jadi facial yang disebut itu silakan bertanya ke dokter. Jadi saya ini ada hitam, ada putih. Serta kemungkinan pengawal tidak masuk sebab lelaki, sebab harus membuka pakaian seperti ada panu tetapi tidak panu, terkena eksim yang mulia,” tutur Mira.

Mirawati adalah orang keyakinan bekas anggota DPR RI, I Nyoman Dhamantra. Dia dituduh bersama Nyoman serta faksi swasta Elviyanto terima suap dari Direktur PT Sinar Sakti Agro (CSA), Chandry Suanda alias Afung berkaitan pengurusan import bawang putih.