Ketum PP Muhammadiyah: Kehidupan yang Terbuka Butuh Benteng Akhlak Mulia

Ketum PP Muhammadiyah: Kehidupan yang Terbuka Butuh Benteng Akhlak Mulia

WATES – Puasa yang bertujuan mencapai derajat takwa membuahkan akhlak mulia. Di tengah suasana kehidupan yang serba terbuka saat ini, diperlukan benteng akhlak mulia sebagai perisai dan pencerah akal budi.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr H Haedar Nashir MSi menyatakan itu dalam khutbah Idul Fitri 1440 H, Rabu (05/06/2019), di Alun-alun Wates. Salat Idul Fitri diikuti Bupati Kulonprogo dr H Hasto Wardoyo SpOG(K) dan Wabup Drs H Sutedjo beserta ribuan warga.

“Media sosial selain bermanfaat sebagai media interaksi yang cepat dan mudah, pada saat yang sama menjadikan penggunanya seolah bebas berujar apa saja. Hubungan sosial menjadi lebih keras, sehingga hilang rasa damai, ketenteraman, dan keadaban,” katanya.

Dalam kehidupan kemasyarakatan dan kebangsaan mulai terasa adanya peluruhan nilai-nilai utama yang bersumber pada agama, Pancasila, dan kebudayaan luhur Indonesia. Politik uang, permusuhan, kebencian, ghibah, provokasi, dan menghalalkan segala cara seakan legal dalam kehidupan politik di tubuh bangsa ini. Karenanya diperlukan pencerahan akal budi sebagai aktualisasi takwa buah dari puasa khususnya bagi kaum muslimin.

Baca Juga : PARTAI NASDEM KLAIM HABISKAN RP259 MILIAR DI PEMILU 2019

“Jadikan puasa dengan segala rangkaian ibadah Ramadan dan Idul Fitri sebagai jalan ruhani untuk mencerahkan akal budi berbingkai akhlak mulia untuk menebar rahmat bagi semesta alam sejalan misi kerisalahan Nabi untuk “menyempurnakan akhlak mulia” dan menebar ” rahmatan lil alamin” dalam kehidupan semesta,” ujar Haedar.