Pengelola Sebut Penghuni Malas Bayar Sewa Rusun Marunda karna Gosip Pemutihan

Pengelola Sebut Penghuni Malas Bayar Sewa Rusun Marunda karna Gosip Pemutihan

Pengelola Sebut Penghuni Malas Bayar Sewa Rusun Marunda karna Gosip Pemutihan

                 JAKARTA, Mengedarnya gosip pemutihan atau pelunasan tunggakan sewa dengan bebrapa hanya dimaksud buat penghuni Rusun Marunda taidak membayar sewa rusun.

” Ada dahulu beberapa perbincangan kalau hutang-hutang itu juga akan diputihkan. Jadi ini beresiko pada warga yang dahulu ingin membayar utang-utangnya jadi malas (membayar), ” kata Kepala Unit Pengelola Rusun (UPRS) Marunda Yasin Pasaribu waktu dihubungi, Senin (2/4/2018).

Yasin menyebutkan, wacana yg tidak kunjung terealisasi itu buat tunggakan penghuni makin menumpuk.

Terlebih penghuni yang menunggak dipakai denda atau bunga yg tidak sedikit.

” Makin lama nunggaknya, makin besar dendanya. Dendanya ini telah semakin besar dari pokok utang, ” katanya.

Baca Juga : Prabowo Benarkan Sudah Berjumpa Gatot Nurmantyo

UPRS Marunda, lanjutnya, tidak sempat melemparkan wacana pemutihan tunggakan.

Menurut dia, wacana pemutihan tidak tunjukkan keadilan untuk penghuni yang rajin membayar sewa.

Yasin menyebutkan, wacana pemutihan itu keluar dari beberapa anggota DPRD yang sering berjumpa penghuni. Ia sendiri tidak jadi masalah jika anggota dewan inginkan pemutihan.

” Bila ada pemutihan silahkan segera saja tidak usah menggantung begini, ” kata Yasin.

Terlebih dulu, 50 % penghuni Rusun Marunda menunggak cost sewa. Yasin mengatakan nilai tunggakan itu menjangkau Rp 10 miliar.

Support by : kompas.com