Taktik Apa yang Digunakan Guardiola Bersama Juventus?

Taktik Apa yang Digunakan Guardiola Bersama Juventus?

TURIN – Rumor kehadiran Josep Guardiola di Stadion Allianz pada musim panas 2019 kembali bergema. Hal itu seiring potensi dilarangnya tim asuhan Guardiola, Manchester City, untuk ambil bagian di Liga Champions 2019-2020.

Jika terbukti bersalah, Man City akan mendapat larangan tampil di Liga Champions selama satu musim. Jelas, hukuman itu takkan disukai Guardiola yang di setiap musimnya memiliki ambisi memenangi trofi si Kuping Besar.

Karena itu, demi melanggengkan ambisinya tersebut, media-media Italia melaporkan Guardiola membuka kemungkinan untuk hengkang ke klub lain. Gayung pun bersambut dan Juventus siap mengamankan tanda tangan pelatih 48 tahun tersebut.

Nantinya, Guardiola diplot manajemen Juventus untuk menggantikan posisi Massimiliano Allegri. Allegri disinyalir tertarik untuk melanjutkan karier kepelatihannya bersama raksasa asal Prancis, Paris Saint-Germain (PSG).

Sekarang yang jadi pertanyaan, jika benar menangani Juventus, taktik atau pola apa yang akan dikembangkan Guardiola? Sama seperti saat menangani Barcelona, Bayern Munich dan Man City, Guardiola akan menggunakan pola 4-3-3.

Untungnya, pemain-pemain Juventus takkan perlu beradaptasi dengan pola tersebut. Sebab selama ditangani Allegri, personel Juventus akrab dengan pola di atas. Jika kondisi di atas benar terjadi, bak simbiosis mutualisme bagi Guardiola dan Juventus.

Baca Juga : KETUA DPR: TAK ADA UNSUR TERPENUHI UNTUK PEOPLE POWER

Guardiola membutuhkan klub yang dapat menyalurkan ambisinya memenangi trofi Liga Champions. Sementara Juventus membutuhkan pelatih yang berpengalaman mengangkat trofi si Kuping Besar.

Sekadar informasi, sudah cukup lama Juventus tidak menjadi yang terbaik di Eropa, tepatnya pada 1995-1996. Sementara Guardiola, dalam kapasitas sebagai pelatih sudah dua kali membawa tim asuhannya menjadi kampiun Liga Champions, tepatnya pada 2008-2009 dan 2010-2011.