Taufik: Mending Duitnya Jadi Silpa daripada buat BUMD...

Taufik: Mending Duitnya Jadi Silpa daripada buat BUMD…

JAKARTA – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik pastikan penyertaan modal daerah (PMD) untuk Tubuh Usaha Punya Daerah (BUMD) akan tidak dikasihkan.

Walau dalam bahasan tingkat komisi, beberapa BUMD di setujui mengajukan PMD-nya.

“PMD saya masih memiliki pendapat tidak butuh. Waktu APBD ingin di taruh di PMD semua? Mending duitnya menjadi silpa (bekas lebih pemakaian biaya) dibanding di taruh di BUMD,” tutur Taufik di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (12/9/2018).

Taufik menyampaikan PMD yang diserahkan terlalu besar hampir Rp 11 triliun.

Biaya sebesar itu semestinya dipakai Unit Kerja Piranti Daerah (SKPD) untuk kebutuhan masyarakat, bukan untuk BUMD yang sudah seharusnya dapat mandiri.

“Kelak disebut kok DKI belanjanya buat BUMD bukan buat rakyat,” tuturnya.

Selain itu, dia juga menilainya SKPD tidak kreatif dalam membuat program.

Sampai pada akhirnya biaya untuk pembangunan ditempatkan di BUMD.

Baca Juga : Survei LSI: Golkar, Demokrat, dan PKB Diprediksi Bertarung di Papan Tengah pada Pemilu 2019

“Malas, tidak ingin kerja. Waktu uang ingin di taruh di BUMD semua? Menurut saya tidak logis,” katanya.

Bahasan Kebijakan Umum Pergantian Anggaran-Plafon Prioritas Biaya Sesaat (KUPA-PPAS) masih tetap berjalan. PMD untuk BUMD belumlah dibicarakan dalam rapat ini.